Berlibur Menarik ke Candi Plaosan Bersama Keluarga Tercinta

Candi Plaosan adalah sebuah candi Buddha dengan kemuncaknya yang berbentuk stupa. Dan hal tersebut di perkuat dengan adanya arca Buddha dan candi perwara atau candi pendamping berbentuk kecil yang berbentuk stupa pula. Lalu, dibangun pada masa kerajaan Mataram Kuno yang kala itu diperintah oleh Rakai Pikatan. Candi Plaosan terdiri dari dua bagian yaitu Candi Plaosan Kidul dan Candi Plaosan Lor, jadi kedua candi tersebut hanya berjarak 20 m.

Dan untuk lokasinya yang berada di samping pemukiman warga membuat pengunjung yang datang merasa lebih aman dan nyaman. Candi Plaosan adalah sebuah kawasan dari situs arsitektur kuno yang berdiri megah di atas rumput yang berwsarna hijau. Dan dilihat secara sekilas Candi Plaosan Lor ini memang tampak kembar antara kedua candi induk yang ada. Nah Dengan luas 440 x 270 m sudah tampak bahwa komplek candi ini luas dengan segala perbedaan dan keindahan yang ada didalamnya.

Candi Plaosan

Sejarah Candi Plaosan

Candi Plaosan dibangun pda masa kekuasaan Raja Rakai Pikatan sekitar abad ke 9 Masehi. Jadi Hal itu selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh De Casparis dan dengan bukti peninggalan berupa prasasti Cri Kahulunan sekitar pada tahun 842 M menyatakan bahwa Candi Plaosan Lor dibangun untuk Ratu Sri Kahulunan dengan dukungan penuh dari suaminya.

Lalu sedangkan sang suami adalah menganut agama Hindu yang mempunyai Wangsa Sanjaya, Raja itu bernama Rakai Pikatan. Dan awal mulanya, keduanya tidak direstui oleh masing-masing keluarga karena agama yang dianut berbeda. Dari perbedaan itu mereka berhasil meluluhkan hati keluarga dan hingga akhirnya menikah dan juga sebagai bukti cinta maka dibangunlah Candi Plaosan. Nah untuk Relief laki-laki dan perempuan yang ada menggambarkan cinta mereka.

Baca Juga : Tempat Wisata di Jogja yang Wajib Dikunjungi

Dan untuk Relief laki-laki tersebut dari sang Ratu yang menceritakan Raja. Sebaliknya, relief wanita yang ada menggambarkan sang ratu yang menjadi hadiah dari seorang sang Raja. Itulah sebabnya memiliki arsitektur Buddha dan Hindu. Candi Plaosan dan Candi Ngawen dibangun oleh Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendara yang keduanya merupakan dinasti yang berbeda dari agama yang berbeda pula.

Candi Plaosan Klaten

Daya Tarik

Jadi reruntuhan bebatuan disekitar lokasi juga menambah nilai eksotisme dari candi. Bahkan juga hingga saat ini Candi Plaosan masih dalam tahap penelitian lho, hal tersebut ditandai dengan beberapa lokasi yang masih dipagari dan digali guna penelitian lebih lanjut. Dan Candi Plaosan sendiri dibuka dari pagi sampai sore, karena keindahannya Candi Plaosan sunset dan Candi Plaosan sunrise menjadi pilihan tersendiri dan juga tentunya sangat memukau dengan latar candi yang sangat megah.

Langit dengan semburan warna jingga ditambah udaranya yang dingin akan menambahkan rasa puas dan semangat saat pagi hari tiba. Dengan hal itu bisa menjadikan wisata ini menjadi tempat favorit untuk berfoto, selain di candi. Selain itu kamu bisa melakukan sesi foto di hamparan rumputnya yang hijau dan dari atas bisa terlihat pula deretan sawah yang berjajar rapi menambah keindahan yang ada. Nah Dan banyak di situs pencarian yang menyediakan gambar Candi Plaosan Jogja beserta dengan keindahannya, bisa menjadi referensi.

Plaosan

Candi Plaosan Kidul

Disini masih terdapat beberapa candi perwara dan stupa yang keberadaannya sudah melalui pemugaran beberapa waktu yang lalu. Dan untuk lokasi Candi Plaosan Kidul berada di sebelah Candi Plaosan Lor yang hanya berjarak sekitar 20 meter.

Candi Plaosan Lor

Didalam Candi Plaosan Lor mempunyai dua buah candi utama yang keberadaannya mempunyai perbedaan tersendiri. Candi utama yang berada di bagian Utara atau kiri disebut Candi Induk Utara mempunyai relief yang memiliki cerita Candi Plaosan tentang tokoh-tokoh yang semuanya tentang wanita. Sedangkan candi utama yang berada di sebelah Selatan atau kanan dinamakan Candi Induk Selatan, berisi relief yang menceritakan tentang tokoh laki-laki. Di pintu masuk candi ada 2 pasang candi dwarapala yang saling berhadapan.

Dan dibagian tengahnya ada pendopo dengan luas 21 x 19 meter dan untuk sebelah Timurnya terdapat altar. Nah untuk arah sebelah Utara pada kompleks Candi Plaosan Lor ada selasar yang terbuka dan dengan beberapa buah arca Buddhis. Kedua candi induk tersebut keberadaannya dikelilingi oleh 172 candi. Dengan rincian 116 buah stupa perwara dan 58 candi perwara.

Dengan parit yang ada mengelilingi sepanjang Candi Plaosan. Guna parit tersebut untuk menurunkan air tanah sehingga tanah yang ada disekitar candi menjadi lebih padat. Untuk masing-masing candi induk, memiliki 6 buah patung atau arca Dhyani Boddhisatwa. Dengan rancangan arsitektur yang menggambarkan percampuran budaya dari agama Hindu dan Buddha menjadikan candi induk ini istimewa.

Festival Candi Kembar

Di Candi Plaosan pernah dilakukan sebuah event yang menjadi satu-satunya festival budaya berskala besar yang pernah ada di Klaten. Festifal ini merupakan acara tahunan yang diadakan di Candi Plaosan. Disini menampilkan tarian dari seluruh daerah yang ada di Indonesia yang berlangsung kurang lebih satu bulan lamanya.

Jadi Hal itu selaras dengan rangkaian acara dari peluncuran desa wisata yang berada di daerah Klaten. Dan kegiatan itu disponsori dan juga bekerjasama langsung dengan ISI Surakarta dan juga mendapatkan apresiasi yang tinggi dari Bupati Klaten yang pada saat itu yaitu Ibu Sri Hartini. Beliau memang sangat mengharapkan dengan adanya acara tersebut bisa menjadi ajang promosi yang baik untuk Kabupaten Klaten.

Harga Tiket Masuk

Untuk harga tiket masuknya sebesar Rp. 5.000 dan jam buka mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB. Dan Untuk parkir kendaraan roda 4 harus membayar Rp. 4.000,00 dan roda 2 sebesar Rp. 2.000. Biaya tiket yang ada sudah termasuk dengan peta Candi Plaosan yang akan membantu kamu selama kunjungan.

Fasilitas Umum

  • Penjual Makanan
  • Pusat Informasi
  • Area Parkir
  • Toilet Umum

Lokasi

Untuk lokasi dari Candi Plaosan Klaten tentunya di Klaten, tetapi lebih tepatnya yaitu berada di Jalan Candi Plaosan, Plaosan Lor, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57454. Lokasi ini berjarak 18 km dari Yoyakarta pusat dan 24 km dari Klaten pusat. Jika jalanan lancar maka anda bisa sampai di sini selama 40 menit baik dari Yogyakarta ataupun Klaten.

Tips Berwisata

  1. Agar bisa menikmati keindahan sunrise yang bisa dilihat dari sini alangkah baiknya jika anda datang pada pagi hari.
  2. Jangan membuang sampah sembarangan.
  3. Jangan mencoret – coret bangunan.
  4. Jika anda mengunjunginya pada siang hari lebih baik membawa payung karena cuacanya yang panas.

Baca Juga : Tempat Wisata di Klaten yang Wajib Dikunjungi

Demikian mengenai ulasan Candi Plaosan Klaten yang berada di Klaten. Semoga ulasan ini bisa bermanfaat bagi siapa saja. Moztrip Terima kasih

Alfian
Founder sekaligus Content Specialist di Aneka Wisata Seru yang memiliki passion menulis artikel seputar wisata terlengkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *